news

SAPMA PP Kota Padangsidimpuan Mengecam Oknum Mahasiswa Yang Sebut PKI dalam Unjuk Rasa Berujung Bentrok

penulis: Admin | 19 September 2019 19:48 WIB
editor: admin


Satuan Siswa Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) kota Padangsidimpuan beraudiensi ke kantor Polres Tapanuli Selatan. SAPMA PP kota Padangsidimpuan mengecam dan menyesalkan aksi unjuk rasa yang berujung bentrok Senin, (16/09/2019) di Perkantoran
Satuan Siswa Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) kota Padangsidimpuan beraudiensi ke kantor Polres Tapanuli Selatan. SAPMA PP kota Padangsidimpuan mengecam dan menyesalkan aksi unjuk rasa yang berujung bentrok Senin, (16/09/2019) di Perkantoran

Padangsidimpuan,  KejarFakta.co - Satuan Siswa Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) kota Padangsidimpuan beraudiensi ke kantor Polres Tapanuli Selatan. SAPMA PP kota Padangsidimpuan mengecam dan menyesalkan aksi unjuk rasa yang berujung bentrok Senin, (16/09/2019) di Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan.

Audiensi Sapma PP Kota Padangsidimpuan diterima dan disambut baik Kapolres Tapanuli Selatan melalui WaKapolres Kompol Jumanto,SH,MH., Didampingi Kasat Intelkam AKP Eldi Koswara S .

Karim Pohan Ketua SAPMA PP Kota Padangsidimpuan menyampaikan dalam audiensi tersebut "Kami selaku kader Pemuda Pancasila Mengutuk dan Mengecam hal yang Memalukan terhadap pergerakan Mahasiswa khususnya di Tabagsel ini. Dan Kami berharap Polres Tapanuli Selatan cepat dan tanggap dalam menindaklanjuti hal tersebut yang telah terlebih dahulu dilaporkan oleh kawan kawan dari AMPERA."

Sambung WaKapolres Tapanuli Selatan , terima kasih atas kehadiran rekan-rekan untuk mengklarifikasi hal tersebut.Saat ini Pak Kapolres sedang berada di Kota Medan, namun beliau telah menyampaikan kepada saya untuk menerima kehadiran rekan-rekan.Terkait kalimat tersebut, kami dari pihak Kepolisian juga sedang melakukan penyelidikan. Dalam hal ini, Kami membutuhkan fakta-fakta dan bukti untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut ke jalur hukum.

Silahkan bagi rekan-rekan untuk mencari data terkait hal tersebut dan sampaikan kepada kami. Apabila memang peristiwa tersebut termasuk Tindak Pidana, kami pasti akan melakukan proses secara hukum yang berlaku di NKRI.Kami juga akan menghubungi pihak HMI dan meminta klarifikasi terkait kejadian tersebut. Ujar WaKapolres Tapsel

Diketahui sebelumnya, Kejadian bentrokan kedua kubu berawal ketika kedua kubu mahasiswa bersama-sama melakukan aksi unjuk-rasa di kantor Bupati Tapsel. Aksi saling ejek antara mereka tidak bisa terhindarkan seperti, Massa HMI menyebut Ampera dengan sebutan nasi bungkus, odong-odong. Sedangkan Ampera menyebut mahasiswa HMI pengkhianat dan penjilat. Aksi tersebut semakin memanas ketika salah seorang mahasiswa menyebut massa dari Ampera PKI.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya massa Ampera berunjukrasa di depan kantor Bupati Tapanuli Selatan mendesak bupati mencopot Dirut RSUD Sipirok, Firdaus Batubara. Massa menilai oknum Ka.UPT RSUD Sipirok mengutip uang honor pegawai rumah sakit.Selain itu, massa Ampera juga mendesak Kasatpol PP untuk bertanggungjawab atas perilaku sewenang-wenang peugas Satppol PP yang telah menganiaya anggota Ampera dalam aksi massa pekan lalu senin 9/09/2019 di depan Kantor Bupati.

Sementara dalam waktu bersamaan sekira pukul 12.00 WIB, massa HMI datang memberikan dukungan kepada Pemkab Tapsel, khususnya Sekda Tapsel Parulian Nasution yang juga sebagai Ketua KAHMI Tapsel untuk melanjutkan program-program pembangunan Tapsel. Selain itu Massa HMI Cabang Tapsel-Psp mengatakan, HMI Padangsidimpuan mengecam oknum yang telah melecehakan HMI dan KAHMI, karena tidak ada alumni HMI yang sebagai penjahat.(cingsiregar).

Tag : #Padangsidimpuan#SAPMA PP kota Padangsidimpuan