news

Kejari Padangsidimpuan Didesak Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi BOK UPTD Puskesmas Sadabuan

penulis: Admin | 10 February 2021 23:14 WIB
editor:


Padangsidimpuan, KejarFakta.co - Penyidik pidana khusus (pidsus) Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan didesak segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemotongan jasa insentif covid-19 bagi petugas kesehatan yang bersumber dari dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) UPTD Puskesmas Sadabuan.

Agar publik tidak bertanya-tanya, Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan harus tegas, cepat dan tidak malu-malu menetapkan status tersangka, kata Divisi Investigasi LSM Trisakti Dedi S Hasibuan.

Dedi menilai, pemotongan jasa insentif petugas medis dan non medis yang bersumber dari dana BOK (Bantuan Operasional Sekolah) pada puskesmas bukan pola lama. Tapi karena kondisi covid-19, pekerjaan petugas medis bertambah. Sehingga kecurangan tersebut jadi terungkap.

Menurutnya, dari proses pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan oleh penyidik dalam kasus dugaan pemotongan insentif petugas kesehatan tersebut, penyidik sudah memiliki dua alat bukti. Makanya kami desak untuk menetapkan status tersangka, tuturnya

DAK non fisik BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) dari pemerintah pusat kepada Pemko Padangsidimpuan senilai 6,2 milyar. Selain itu juga mendapatkan dana BOK tambahan gelombang tiga sebesar 2,6 milyar untuk pembayaran insentif tenaga kesehatan.

Seperti diketahui sebelumnya, dalam siaran pers Kepala Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan Hendry Silitonga, pihaknya telah meningkatkan status dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan surveilers pencegahan dan penanganan covid-9 yang bersumber dari BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) pemberian insentif tenaga kesehatan pada UPTD Puskesmas Sadabuan Kota Padangsidimpuan. (tim)

Tag : #Sumut#Puskesmas Sadabuan#Kajati Padang Sidimpuan