news

Biaya Perpanjangan SK Tenaga Honor Dinas Perlindungan Perempuan Tapsel Diduga Dipungut Rp. 5 Juta

penulis: Admin | 9 February 2021 12:05 WIB
editor:


Tapsel, KejarFakta.co - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tapanuli Selatan diduga pungut tenaga honor Rp. 5 juta per orang. Pungutan yang tidak memiliki dasar hukum tersebut untuk biaya perpanjangan kerja di kantor tersebut.

Informasi narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya kepada kejarfakta. co (2/2/2021) mengatakan, pungutan yang dilakukan terhadap tenaga honor gunanya untuk pembayaran perpanjangan SK (Surat Keputusan) bekerja di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tapanuli Selatan tahun 2021. Hampir dipastikan seluruh tenaga honor dipungut, ucapnya.

Pungutan pembayaran perpanjangan bekerja sebesar Rp 5 juta memang berat untuk membayarnya. Apalagi kondisi ekonomi saat ini makin susah, ditambah lagi dampak pandemi covid-19 yang melanda negeri ini.

Namun apa boleh buat demi kelangsungan hidup, walaupun secara terpaksa harus di bayarkan. "Mencari pekerjaan saat ini susahnya bukan main", keluhnya.

Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tapanuli Selatan Tiorisma Damayanti saat dihubungi via whatsapp tidak menjawab.

Salah-satu warga Tapanuli Selatan Dedi Saputra Hasibuan saat diminta tanggapannya sangat menyayangkan jika benar perbuatan tersebut dilakukan oleh seorang pejabat. Apalagi di akhir kepemimpinan Bupati Syahrul M Pasaribu yang sudah teruji dan dinilai bersih oleh masyarakat. Seharusnya diakhir kepemipinan beliau jangan ada pejabat teras tapsel yang melakukan pungutan. Apalagi terhadap tenaga honorer yang. "Kan pungutan itu tidak sesuai ketentuan", tuturnya. (Tim)

Tag : #Tapsel#Sumut#Tapanuli Selatan