news

Bendahara SMA 5 Padangsidimpuan : Wartawan Tidak Punya Hak Pertanyakan Dana BOS

penulis: Admin | 2 February 2021 16:03 WIB
editor:


Padangsidimpuan, KejarFakta.co - Dugaan penyelewengan dana BOS SMA Negeri 5 Padangsidimpuan menuai tanda tanya. Sebab, hingga saat ini belum ada keterangan dari kepala SMA Negeri 5 Padangsidimpuan Zulsahlan Siregar terkait masalah tersebut. Penggunaan dana BOS tahun anggaran 2019 dan 2020 diduga tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Bendahara BOS SMA Negeri 5 Padangsidimpuan Nilva Dian Asnora Rangkuti saat dikonfirmasi (2/2) mengatakan penggunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) tidak ada kapasitas wartawan untuk mempertanyakannya. Karena yang berwenang mempertanyakan itu hanya BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan Inspektorat. "Tidak ada kapasitas wartawan untuk mempertanyakan itu", katanya.

Penggunaan dana BOS hanya kepala sekolah yang memiliki kewenangan untuk menjawabnya, tapi berita sudah terbit. Kacabdis Pendidikan Padangsidimpuan Provinsi Sumatera Utara juga sudah mengetahui berita itu. Padahal kondisi kepala sekolah dalam keadaan sakit dan dirawat di salah-satu rumah sakit di kota Medan, kesalnya sambil memperlihatkan surat di handphonenya.

Informasi yang dihimpun dilapangan (1/2) pengelolaan dana BOS SMA Negeri 5 Padangsidimpuan tidak transparan. Hanya kepala sekolah dan bendahara yang mengetahuinya. Sesuai data dana BOS tahun 2020 yang diterima sebesar Rp. 934.050.000. Dimana sejumlah kegiatan tidak diyakini kebenarannya dengan modus rekayasa laporan pertanggungjawaban diantaranya, kegiatan pembelajaran dan ekstrakulikuler senilai Rp. 77.745.600, administrasi kegiatan sekolah senilai Rp. 184.092.700 serta kegiatan yang paling jadi sorotan adalah pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah senilai Rp. 193.375.000. Pihak sekolah diduga melakukan mark-up dan penggelembungan pembelian barang dan alat prasarana sekolah. (tim)

Tag : #Padangsidimpuan#Sumut